Kamis, 05 September 2013

Jakarta Sebagai Tuan Rumah ASEAN


Berdirinya ASEAN tidak lepas dari Konferensi Tigkat Tinggi ASEAN pertama yang diadakan di Denpasar Bali pada 23-24 Februari 1976. KTT ini dihadiri oleh lima kepala negara yang saling bertetangga di wilayah Asia Tenggara yaitu : 

  1. Presiden Soeharto (Indonesia) 
  2. Presiden Ferdinand Marcos (Filipina) 
  3. Perdana Menteri Datuk Hussein Onn (Malaysia) 
  4. Perdana Menteri Lee Kuan Yew (Singapura) 
  5. Perdana Menteri Kukrit Pramoi (Thailand) 

Dari KTT ini dihasilkan dua dokumen penting yaitu : 
1. Deklarasi kesepakatan ASEAN (Declaration of ASEAN Concord) 
2. Perjanjian persahabatan dan kerja sama (Treaty of Amity and Cooperation) 

Selain itu juga dibentuk 11 komite yang bertujuan meningkatkan kerjasama diantara negara anggota ASEAN. Untuk melancarkan tugas masing-masing negara anggota ASEAN maka dibentuk Sekretariat Nasional ASEAN yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Jenderal. Jakarta dipilih sebagai pusat Sekretariat tetap ASEAN sekaligus kantor Sekretariat Jenderal ASEAN. 

Mengapa harus di Jakarta 

Tentu ada banyak pertimbangan menjadikan Jakarta sebagai kantor Sekretariat ASEAN. Salah satu pertimbangannya ada dari segi keamanan. Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan. Diantara negara-negara ASEAN lainnya Indonesia yang memiliki pulau dan laut paling banyak. Begitu juga dengan posisi Jakarta sebagai Ibukota negara yang dikelilingi oleh laut. Dari segi keamanan letak geografis yang demikian lebih aman dari serngan musuh dibanding dengan negara yang dikelilingi oleh gunung. 

Dari pertimbangan ekonomi, Jakarta merupakan kota yang strategis. Di sini ada bandar udara juga pelabuhan laut dengan standar pelayanan Internasional. Sehingga Jakarta akan menjadi tempat yang bisa memberikan pelayanan yang nyaman sebagai tuan rumah. 

Stabilitas keamanan dalam negeri Indonesia juga tentunya menjadi pertimbangan. Indonesia sudah terbukti bisa mengatasi berbagai gejolak dalam negeri. Selain itu Jakarta sebagai Ibukota negara juga cukup aman, walaupun pernah terjadi kerusuhan 1998 namun pemerintah terbukti bisa mengembalikan keadaan menjadi baik dengan cepat. 

Kesiapan Apa Saja Yang Harus Dilakukan Oleh Jakarta Sebagai Tuan Rumah ASEAN? 

Gedung ASEAN merupakan tempat bersejarah. Selain itu sangat disayangkan jika hingga hari ini belum banyak yang tahu tentang keberadaan Sekretariat ASEAN ini di Jakarta. Padahal digedung ini bisa dijadikan sebagai tempat yang memperkenalkan segala kekayaan negara-negara anggotanya. Baik itu kekayaan budaya, kuliner, hasil bumi dan lainnya. 

Jakarta sebagai tuan rumah juga harus bisa menunjukkan keramahannya. Juga harus bisa menunjukkan kebesaran negara Indonesia. Ini bisa dilakukan dengan menjaga keamanan Jakarta. Selain itu juga harus bisa menciptakan Jakarta sebagai kota yang nyaman dan tertata rapi. 

Ngeblog hari kesepuluh #10daysfor ASEAN 
Tema : Jakarta, Diplomatic City of ASEAN Indonesia adalah negara terakhir yang dijadikan tema dalam lomba Blog #10DaysforASEAN yang diadakan oleh ASEAN Blogger Chapter Indonesia bersama dengan beberapa sponsor di antaranya US Mission. 
Untuk tema kali ini dipilih Jakarta, ibukota negara Indonesia, yang juga menjadi markas ASEAN Secretary bertempat di Jalan Sisingamangaraja 70 A, Jakarta Selatan. Keberadaan markas ASEAN Secretary di Jakarta merupakan suatu kepercayaan bahwa Indonesia bisa menjadi penghubung antar negara-negara anggota ASEAN atau Diplomatic City of ASEAN. 
Menurut teman-teman blogger mengapa Jakarta bisa terpilih sebagai Diplomatic City of ASEAN? Apa dampak positif dan negatifnya bagi Indonesia khususnya Jakarta? Kesiapan apa saja yang perlu dilakukan oleh Jakarta sebagai tuan rumah dari Perhimpunan Bangsa-bangsa ASEAN?

0 komentar:

Posting Komentar